media room

News Letter Edisi September 2003

ARTIS PENDUKUNG FILM “HOMELAND” KARYA STUDIO KASAT MATA

Homeland, sebuah film animasi tiga dimensi dengan durasi sembilan puluh menit karya studiokasatmata, kini telah memasuki tahap pengisian suara, atau lebih sering disebut proses dubbing. Proses produksi telah melalui berbagai tahapan selama delapan bulan, dengan dukungan penuh dari tim Visi Anak Bangsa (VAB), yang berkomitmen untuk memfasilitasi studiokasatmata (SKM) sebagai pemenang VAB Award. Bentuk dukungan dan fasilitas yang diberikan tim VAB Award kepada SKM yaitu melalui pendampingan kreatif para pakar film dan Animasi serta prosedur manajemen produksi film yang baik.

Dimulai dari awal bulan Maret, SKM telah membentuk tim kreatif yang telah memiliki kalender kerja untuk memproduksi film HOMELAND. Awal pre produksi disibukkan dengan penataan konsep dan pembentukan karakter cerita. Semua itu dilakukan dengan rasa kebersamaan dan kekompakan yang solid. Hingga lahirlah ide-ide baru yang segar untuk mengembangkan konsep dasar.

Setelah Gangsar Waskito, yang biasa dipanggil ‘Nggi, selesai menyusun skenario dengan mendapatkan bimbingan kreatif dari Jujur Prananto (penulis skenario Ada Apa Dengan Cinta) barulah proses mencari gambaran karakter tokoh yang benar-benar cocok dimulai. Gambaran karakter tersebut harus dapat mewakili para tokoh dalam film Homeland, sesuai dengan skenario yang telah disusun.

Pada kesempatan ini, ‘Nggi mengajak teman barunya bernama Giras Baswondo, asal Jogjakarta untuk menjadi Second Director dalam memilih dan mengarahkan para pengisi suara (dubber) yang sesuai untuk mewakili karakter para tokoh yang ada dalam skenario.

Dari Enno Lerian sampai Tika Panggabean

Sebenarnya ide awal pembuatan film HOMELAND ini adalah untuk menggali potensi anak muda dalam membuat film Animasi. Jadi, semua yang terlibat dalam proses pembuatan film ini adalah anak muda. ‘‘Biar lebih segar aja nuansa yang didapat dan hasil akhir dari film bisa lebih ok,’’ tegas Nggi saat ditanya mengapa yang terlibat langsung dalam proses produksi film anak muda semua. Ini film anak muda untuk anak muda dan bisa dinikmati juga oleh semua usia.

Untuk bisa dinikmati oleh semua orang dari segala usia, tim SKM meminta dukungan dari para artis Indonesia untuk bergabung dalam proses dubbing.

Siang itu di Plaza Senayan, Giras dan Rena dari tim VAB Award sedang menunggu kedatangan tiga orang kondang yang kocak, Tika, Udjo dan Yossi. Mereka datang atas permintaan Rena untuk bertemu Giras (Dubbing Director), untuk melakukan reading atau pembacaan naskah. Tanpa perlu waktu lama mereka bertiga langsung dapat mengadaptasi para tokoh yang ada dalam skenario.

Selanjutnya Giras dan Rena pergi menemui Enno Lerian untuk melakukan hal yang sama. Seperti biasa, Enno selalu sigap dengan senyum menyambut Rena dan Giras. Ternyata Enno pun tidak menemukan hambatan yang berarti untuk mengadaptasi tokoh yang diperankan dalam film HOMELAND.

Selain para Aktris Pop Indonesia, ada juga artis pendukung lainnya yang berasal dari Institut Seni Indonesia (ISI) dan anak-anak muda lainnya dari sekitar kota Yogyakarta dengan latar belakang yang berbeda. Tetapi perbedaan tersebut mereka sikapi sebagai bentuk kebersamaan dalam keragaman. Seperti pesan yang terkandung dalam cerita HOMELAND, kebersamaan dalam menggapai satu cita-cita.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi: Budi, Riries atau Rena di Visi Anak Bangsa 021 722 9407, 720 0555 atau milist di vab_award@yahoogroups.com

 

No content of www.visianakbangsa.com may be reproduced
without express written permission from PT Visi Anak Bangsa
Always use Internet Explore 5.5 or higher
All Rights Reserved
©2003